top of page

Artists

Image-empty-state.png

I Made Lingkar Waru

Institut Seni Yogyakarta (2022 – sekarang)

Image-empty-state.png

I Made Widya Diputra (Lampung)

I Made Widya Diputra/ Lampung

(b) 10 October, 1981 in Lampung, South Sumatera, Indonesia

Graduated from Sculpture Department, Indonesia Institute of The Art,

Yogyakarta, Indonesia (2007)

Image-empty-state.png

I Nyoman Darya

b) 2 April 1974, Keramas, Gianyar, Bali, Indonesia

1994 Bachelors of Faculty Design, Indonesian Art Institute, Yogyakarta,

Indonesia

Image-empty-state.png

I Nyoman ‘Ateng’ Adiana

(b) Br Angseri, 10 Oktober 1976

Institut Seni Indonesia, Yogyakarta (ISI Yogyakarta)

Image-empty-state.png

I Wayan Piki Suyersa

I Wayan ‘Piki’ (29) alumnus FSR ISI Yogyakarta (Institut Seni Indonesia

Yogyakarta). Menggunakan abstrak sebagai bahasa visualnya; ia hadir

dengan netral, mengakomodir, namun juga menciptakan sensasi yang

mendalam. Sudut pandang tersebut tidak hanya tercermin dari pemahaman

umum tentang seni abstrak, tetapi lebih berakar pada adat Bali, dimana

spiritualitas dan ritual pada hahikatnya tidak terbatas pada bentuk/

simbol tertentu atau ruang dan waktu, melainkan keberadaan bersama.

Oleh karena itu, bagi piki karya merupakan pemicu yang terus berkelanjutan

menghadirkan berbagai momen estetis – baik bagi diri sendiri

sebagai seniman saat berkarya maupun post-studio saat lukisan dijumpa

dengan penonton dan termasuk diri sendiri. Sebuah korespondensi yang

berkembang. Dengan kata lain karya dapat dikatakan sebagai pengindraan

keberadaan satu sama lain.

Image-empty-state.png

I Wayan Sarcita Yasa

I Wayan Sarcita Yasa atau sering disapa Sarcita adalah seniman muda asal

Tabanan Bali, lahir pada tanggal 7 Desember 2000. Sarcita merupakan

mahasiswa seni di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Sarcita juga

merupakan alumnus SMK N 1 Sukawati (SMSR). Dalam penciptaan karya

Sarcita mengambil ide dari memori dan ingatan. Memori adalah kesadaran

akan pengalaman yang dihidupkan kembali. Seni menurut Sarcita dapat

menjadi sarana mengolah pengalaman menjadi karya yang indah dan

memberikan pengalaman baru bagi penikmatnya. Wujud Tampilan objek

dari masing - masing karya Sarcita umumnya menggambarkan tentang

gejolak emosi berupa kesedihan, kesenangan,kemurungan, kegelisahan,

merupakan cerminan dari pengalaman batin yang sebagai serana untuk

merefleksikan diri.

Image-empty-state.png

I Wayan Sudarsana

Ubud, 17 Mei 1993

Image-empty-state.png

Iabadiou Piko

Born in 1984 in Prabumulih, South Sumatera,

Indonesia

Lives and works in Yogyakarta, Indonesia. Education in Diploma III, in 2005, ADVY,

Major in Art Photography Design,Yogyakarta, Indonesia

Self Learning in Painting in 2008.

My work is an aesthetic dialectic regarding the illusion of shadows with plural meaning regarding humans and their humanity at the philosophical and metaphysical stages expressed in abstract visual language.

Image-empty-state.png

Ida Lawrence

Ida Lawrence is an Indonesian-Australian artist whose narrative paintings playfully combine text, images and (imperfect) patterns to tell stories of (mis)understanding, (dis)connection, generosity, failure and surprise. They make a big deal out of small observations, tiny gestures and little feelings she has experienced, observed or imagined in the places she’s lived: Australia, Indonesia and, since 2019, Germany.

Image-empty-state.png

Indieguerillas

Born & Lives

Dyatmiko Lancur Bawono

1975

Born in Kudus, Indonesia

Lives and works in Yogyakarta, Indonesia

Santi Ariestyowanti

1977

Born in Semarang, Indonesia

Lives and works in Yogyakarta, Indonesia


indieguerillas is a husband-and-wife artist duo consisting of Dyatmiko Lancur Bawono and Santi Ariestyowanti. Founded in 1999 as a graphic design firm, indieguerillas’s philosophy of “constantly in guerrilla to find new possibilities” has led them to become full-time artists in 2007. Nevertheless, design still plays a very important role as it allows for them to explore the use of unconventional media and techniques as part of their artistic statement. In addition to their proficiency at visual effects and inter- media experimentation, their works are also recognized for its folklore influences. The unique intertwine between traditional values and contemporary culture has brought indieguerillas to numerous important exhibitions around the globe.


Education

Dyatmiko Lancur Bawono

1999

BA in Interior Design, Visual Art Faculty, Indonesia   Institute of the Arts, Yogyakarta, Indonesia

Santi Ariestyowanti

2001

BA in Visual Communication Design, Visual Art Faculty,   Indonesia Institute of the Arts, Yogyakarta, Indonesia

Image-empty-state.png

Indra Dodi

Indra Dodi was born 1980, in sumatra, Lampung but His origin from padang (west sumatra). Indra Dodi received his training in art at the Indonesian Institute of the Arts, Yogyakarta (ISI).

Image-empty-state.png

Ines Katamso

Ines Katamso (b.1990) is a French-Indonesian painter based in Bali. After studying art and design in France, Ines was drawn back to her homeland, where she currently works as an artist and visual designer under her studio named Atelier Seni.

bottom of page