Artists

I Wayan Piki Suyersa
I Wayan ‘Piki’ (29) alumnus FSR ISI Yogyakarta (Institut Seni Indonesia
Yogyakarta). Menggunakan abstrak sebagai bahasa visualnya; ia hadir
dengan netral, mengakomodir, namun juga menciptakan sensasi yang
mendalam. Sudut pandang tersebut tidak hanya tercermin dari pemahaman
umum tentang seni abstrak, tetapi lebih berakar pada adat Bali, dimana
spiritualitas dan ritual pada hahikatnya tidak terbatas pada bentuk/
simbol tertentu atau ruang dan waktu, melainkan keberadaan bersama.
Oleh karena itu, bagi piki karya merupakan pemicu yang terus berkelanjutan
menghadirkan berbagai momen estetis – baik bagi diri sendiri
sebagai seniman saat berkarya maupun post-studio saat lukisan dijumpa
dengan penonton dan termasuk diri sendiri. Sebuah korespondensi yang
berkembang. Dengan kata lain karya dapat dikatakan sebagai pengindraan
keberadaan satu sama lain.

I Wayan Sarcita Yasa
I Wayan Sarcita Yasa atau sering disapa Sarcita adalah seniman muda asal
Tabanan Bali, lahir pada tanggal 7 Desember 2000. Sarcita merupakan
mahasiswa seni di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Sarcita juga
merupakan alumnus SMK N 1 Sukawati (SMSR). Dalam penciptaan karya
Sarcita mengambil ide dari memori dan ingatan. Memori adalah kesadaran
akan pengalaman yang dihidupkan kembali. Seni menurut Sarcita dapat
menjadi sarana mengolah pengalaman menjadi karya yang indah dan
memberikan pengalaman baru bagi penikmatnya. Wujud Tampilan objek
dari masing - masing karya Sarcita umumnya menggambarkan tentang
gejolak emosi berupa kesedihan, kesenangan,kemurungan, kegelisahan,
merupakan cerminan dari pengalaman batin yang sebagai serana untuk
merefleksikan diri.

Iabadiou Piko
Born in 1984 in Prabumulih, South Sumatera,
Indonesia
Lives and works in Yogyakarta, Indonesia. Education in Diploma III, in 2005, ADVY,
Major in Art Photography Design,Yogyakarta, Indonesia
Self Learning in Painting in 2008.
My work is an aesthetic dialectic regarding the illusion of shadows with plural meaning regarding humans and their humanity at the philosophical and metaphysical stages expressed in abstract visual language.
Ida Lawrence
Ida Lawrence is an Indonesian-Australian artist whose narrative paintings playfully combine text, images and (imperfect) patterns to tell stories of (mis)understanding, (dis)connection, generosity, failure and surprise. They make a big deal out of small observations, tiny gestures and little feelings she has experienced, observed or imagined in the places she’s lived: Australia, Indonesia and, since 2019, Germany.

Indieguerillas
Born & Lives
Dyatmiko Lancur Bawono
1975
Born in Kudus, Indonesia
Lives and works in Yogyakarta, Indonesia
Santi Ariestyowanti
1977
Born in Semarang, Indonesia
Lives and works in Yogyakarta, Indonesia
indieguerillas is a husband-and-wife artist duo consisting of Dyatmiko Lancur Bawono and Santi Ariestyowanti. Founded in 1999 as a graphic design firm, indieguerillas’s philosophy of “constantly in guerrilla to find new possibilities” has led them to become full-time artists in 2007. Nevertheless, design still plays a very important role as it allows for them to explore the use of unconventional media and techniques as part of their artistic statement. In addition to their proficiency at visual effects and inter- media experimentation, their works are also recognized for its folklore influences. The unique intertwine between traditional values and contemporary culture has brought indieguerillas to numerous important exhibitions around the globe.
Education
Dyatmiko Lancur Bawono
1999
BA in Interior Design, Visual Art Faculty, Indonesia Institute of the Arts, Yogyakarta, Indonesia
Santi Ariestyowanti
2001
BA in Visual Communication Design, Visual Art Faculty, Indonesia Institute of the Arts, Yogyakarta, Indonesia






