top of page

Artists

Image-empty-state.png

Gatot Pujiarto

I am always intrigued to create works about abnormalities, weirdness and the tragic. I make stories inspired by the everyday. Stories I have heard from friends, TV shows, news and my surroundings. I believe uncommon events or occurrences are important to be told so that they can be appreciated as reality. The audience should be able to interpret this new reality, enjoy it and feel the emotions caused by it. 


My aim in creating works is to create visual sensation to amuse and provoke the audience. I do so by creating odd shapes and textures in my works through pasting, patching, layering, tearing, binding and making patterns of the fabric.


Image-empty-state.png

Gilang Fradika

Gilang Fradika (b.1988)


Berdomisili di Yogyakarta, dan menjalani praktik artistik sebagai seniman visual, secara garis besar karyaku adalah proses melihat kemungkinan interaksi antar manusia  dengan objek yang mendampinginnya. objek tersebut banyak hadir dari citraan anatomi tubuh (manusia, tumbuhan dan hewan), serta benda benda keseharian - seperti tindakan kolase, mereka saling menumpuk dan berinteraksi satu dengan yang lain. Dengan metode  menata, mengolah dan merubah objek-objek tersebut  sesuai kebutuhan menjadi gambar atas rekaan artistik ataupun  sebagai alternative bentuk dan bahasa metafor yang sesuai konteks.


Menggubahnya adalah cara mempertanyakan kembali sikap, dan apa yang telah membentuk lingkungan  dengan perilaku kita di dalamnya.


Education 

2006-2012 Major in Graphic Arts, Department of fine art, Yogyakarta

Image-empty-state.png

Gula

I’m Gula, also known as Teguh Septian Arifianto, a Visual Artist based in Jakarta. My nickname, Gula (Eng: Sugar), isn’t inspired by the sweet carbohydrate but stands for Gusto Laboratory, meaning the Passion Lab.


I infuse the happiness from this lab into my work, offering a momentary escape for people when they experience my creations. Specializing in illustrations, murals, designs, and crafts across various mediums, I cater to diverse clients.


Gula features an illustrated character that represents me physically. My vivid and illustrative style portrays a slightly eerie, utopian world, hinting at something darker behind the character’s cheerful vibe. I created this alter ego to find harmony amid life’s challenges. Expressing warmth and positive vibes in my art, even with a touch of sadness, is something I deeply value.

Image-empty-state.png

Gus Angga

Ida Bagus Angga Aditya, atau yang lebih dikenal dengan Gus Angga,

adalah seorang perupa asal Tabanan, Bali. Sejak aktif berpameran ia telah

mengembangkan praktik seni yang berfokus pada medium lukisan, dengan

praktik keseniannya berangkat dari ketertarikan terhadap hubungan

antara tubuh manusia dan ruang sebagai pengalaman yang saling

memengaruhi. Baginya, tubuh bukan sekadar objek visual, melainkan

subjek yang mengalami, merespons, dan memberi makna pada ruang yang

ditempatinya.

Sejak aktif berpameran pada 2021, ia telah mengikuti berbagai kegiatan

pameran di Jogja. Melalui karya-karyanya, ia terus menyelami relasi

antara tubuh dan ruang sembari mempertanyakan ulang bagaimana kita

mengalami keberadaan melalui ruang. Saat ini, Gus Angga tinggal dan

berkarya di jogja, di mana ia terus mengembangkan eksplorasi visualnya

terhadap tubuh manusia serta relasinya terhadap ruang sebagai bagian

dari pencarian artistiknya.

Image-empty-state.png

Gusmen Heriadi

Born in Pariaman, West Sumatra, Indonesia 18 August 1974


Education

2005 – Graduated from Indonesia Institute of Art ( ISI ) Yogyakarta, Indonesia

1994 – Graduated from SMSR (Fine Arts High School) Padang, Indonesia

Image-empty-state.png

Haidar Emen

Image-empty-state.png

Hananingsih

Image-empty-state.png

Hari Gita Setiadi

HARI GITA SETIADI, lahir di Pariaman, 9 Desember 1984. Setelah menyelesaikan masa studi di SMSR Padang, kemudian melanjutkan pendidikan di S1 Seni Murni ISI Yogyakarta dan berhasil lulus pada tahun 2012. Aktif mengikuti pameran sejak menempuh masa studi sampai sekarang. Tergabung dalam Sakato Art Community.

Image-empty-state.png

Hedi Hariyanto

Image-empty-state.png

Hendra 'HeHe' Harsono

(b.1983)


Working and living as an artist in Jogjakarta. Studied at ISI Yogyakarta

graphic arts major ( Not Graduated ). Since the beginning he’s always been

interested  in working with painting, drawing, resin toys, with premises based

on his experiences in everyday life and issues of contemporary culture.


In 2011 make a artist initiative called Ace House Collective, based in Yogyakarta. Concern in Indonesian popular culture through possibility collaborated with other community and brand in visual art work.

Image-empty-state.png

Herru Yoga

Herru Yoga lahir di Batusangkar, Sumatera Barat, 1989. Belajar di Program Studi Seni lukis, Jurusan Seni Murni, Institut Seni Indonesia dan lulusan Jurusan Pendidikan Bahasa Prancis, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta, 2014.

Image-empty-state.png

I Gusti Ngurah Udiantara (Tantin)

I Gusti Ngurah Udiantara a.k.a.TANTIN

(b) May 31th, 1976 in Tampaksiring, Gianyar, Bali, Indonesia

ndonesian Institute of Art (ISI), Yogyakarta, Indonesia (1996 – 2006)

bottom of page