top of page

Faelerie

Faelerie lahir di Wonosobo pada 25 April 1994. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, jurusan Desain Komunikasi Visual angkatan 2012, dan meraih gelar Sarjana Desain pada tahun 2019.


Sejak kecil, Faelerie memiliki kedekatan yang kuat dengan material tekstil, yang dipengaruhi oleh ibunya sebagai seorang penjahit. Kedekatan ini berkembang menjadi eksplorasi artistik yang serius terhadap material tekstil, khususnya teknik rajut (crochet), yang ia pilih karena sifatnya yang sangat versatile dan mampu membentuk berbagai kemungkinan visual maupun konseptual.


Faelerie telah berpartisipasi dalam berbagai pameran, antara lain ARTJOG Yogyakarta pada tahun 2023 dan 2025. Pameran tunggal pertamanya bertajuk Merenda Tubuh, Menghias Luka diselenggarakan di Rachel Gallery, Jakarta, pada tahun 2024. Ia juga mengikuti pameran Lost in Translation, collateral event dari IOTA 2024 di Atta Gallery, Bangkok, Thailand, serta Silent Threads di RedBase Gallery, Sydney, Australia, pada tahun 2024. Atas praktik artistiknya, Faelerie meraih penghargaan ARTJOG Young Artist Award 2025 serta nominasi ARTJOG Young Artist Award 2023.


Bagi Faelerie, merajut adalah seni membentuk garis-garis nyata melalui benang, yang kemudian berkembang menjadi bidang, bentuk, dan volume. Proses kreatif yang panjang dan repetitif menjadi pemicu untuk mengakses kembali kenangan-kenangan berharga, yang ia tangkap melalui simpul-simpul rajutan yang rumit. Kerapuhan menjadi inti dari praktik artistiknya—ia tertarik pada objek-objek konkret yang robek dan tampak rapuh, namun tetap memiliki kekuatan serta fungsi. Setiap kerusakan menghadirkan memori dan narasi tersendiri.


Melalui visual abstrak maupun representasi tubuh manusia yang terabstraksi, Faelerie berupaya menyampaikan kerapuhan yang melekat pada lingkungan sekitar dan eksistensi manusia. Dengan menggabungkan elemen fisik tubuh dan emosi, karya-karyanya mengeksplorasi pengalaman manusia sebagai sesuatu yang rapuh sekaligus bertahan.


Dalam proses merajut yang ritmis, Faelerie secara tidak sadar mengalami perjalanan waktu melalui simpul-simpul yang teranyam. Seperti irama waktu, detak jantung, napas, dan langkah, kehidupan dipahami sebagai sebuah progresi ritmis—sebuah hitungan mundur menuju akhir. Proses ini memperdalam pemahamannya akan sifat rapuh dari eksistensi manusia.

Faelerie

Date of Birth : 25-4-1994, Wonosobo, Indonesia

Education : Bachelor of Design, Visual Communication Design, Indonesian Institute of Art  Yogyakarta


Awards:

. Winner of ARTJOG Young Artist Award 2025

. Nomination of ARTOG Young Artist Award 2023


Solo Exhibition:

2024

. “Merenda Tubuh, Menghias Luka”, Rachel Gallery, Jakarta, Indonesia


Selected Group Exhibition:

2025

. “ARTJOG, Motif: Amalan”, Jogja Nasional Museum, Yogyakarta, Indonesia

. “Pada Kertas”, SAC Art Space, Yogyakarta, Indonesia

. “Art Jakarta”, presented by Rachel Gallery, JIE Expo Kemayoran, Jakarta, Indonesia

. “Suara-suara Studio”, Museum dan Tanah Liat, Yogyakarta, Indonesia

. “Art Jakarta Garden”, presented by Rachel Gallery, Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Indonesia

2024

. “Rectoverso”, Ning Artspace, Yogyakarta, Indonesia

. “All-in”, Lav Gallery, Yogtakarta, Indonesia

. “ARTSUBS – Ways of Dreaming”, Pos Bloc Surabaya, Surabaya, Indonesia

. “Art Jakarta”, Presented by Rachel Gallery, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Indonesia

. “Lost in Translation”, IOTA 2024, Atta Gallery, Bangkok, Thailand

. “Re-purposing Paradise”, presented by Nonfrasa Gallery, at Amandari Hotel, Ubud, Bali, Indonesia

. “Art Jakarta Garden” ”, presented by Rachel Gallery, Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Indonesia

. “Silent Threads” , RedBase Gallery, Sydney, Australia

2023

. “Art Jakarta”, presented by Rachel Gallery, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Indonesia

. ”ARTJOG 2023 – Motif: Lamaran”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia

. “The Un-Brittle”, Omah Budoyo, Yogyakarta, Indonesia

.  “A-T Journey”, Redbase Foundation, Yogyakarta, Indonesia

2022

. ”Art Moments Jakarta”, presented by Art:1 New Museum, Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta, Indonesia

. “Winds of Change”, Redbase Foundation, Yogyakarta, Indonesia

· “Infinite illusions”. Art:1 New Museum, Jakarta, Indonesia

· “Keep the Fire on #8”, Survive Garage, Yogyakarta, Indonesia

. “Jogja Affordable Art”, Jogja Gallery, Yogyakarta, Indonesia

2021

· “Darah Muda #4”, Kiniko Art Room, Yogyakarta, Indonesia

· Nandur Srawung #8 “ecosystem:pranatamangsa”, Taman Budaya Yogyakarta, Indonesia

· ”embrace” Jogja Art Weeks Special Project 2021, Indonesia

. “TEMU”, 2Madison Gallery, Jakarta, Indonesia

2017

·  “Bloom in Diversity “, Sangkring Art Space, Indonesia

· “Nandur Srawung 2”, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

bottom of page